Senin, 16 Juni 2008

WISATA GUNGUNG BROMO


Bromo sebagai obyek wisata Nan Mempesona


Tampak Gunung Bromo (latar depan, berasap) dan Gunung Semeru (belakang, berasap).
Sejak dahulu gunung Bromo (2392 meter) dikenal sebagai tempat tujuan wisata yang selalu menarik para turis baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara.
Kawasan wisata alam yang berada di taman nasional Bromo-semeru-tengger ini sebenarnya bukan saja gunung bromo tetapi banyak sekali yang dapat dinikmati karena taman nasional dengan luas lebih dari 50000 hektare ini menyuguhkan pemandangan alam yang elok, indah, menarik dan penuh pesona. Panorama gunung Bromo merupakan objek wisata handal yang sekaligus merupakan primadona obyek wisata Jawa Timur.
Perjalanan melalui pintu barat dari arah pasuruan yaitu masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat obyek wisata ( lautan pasir )terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa ini dikarenakan jalan turunan dari penanjakan kearah lautan pasir sangatlah curam, kecuali kita menyewa jip yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi.
Namun apabila kita melalui pintu utara dari arah sebelum masuk probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa cemoro lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya. Kebanyakan para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur ini. Namun bila anda ingin menyaksikan sunrise yang sering ditampilkan di foto - foto, yang banyak difoto dari puncak penanjakan maka anda lebih praktis melewati jalur pintu barat (pasuruan).
Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah. Walaupun perjalanan ke Bromo sangat berdebu, tapi tidak terasa, karena keindahan yang disuguhkan benar-benar luar biasa.
Berlibur menuju bromo dapat dibilang praktis bila anda menyukai tipe traveller dan melalui jalur pintu utara. Anda dapat melakukan kunjungan dalam jangka waktu 6-7 jam saja. tentunya bila anda memulainya dari kota Probolinggo. Perjalanan dapat dimulai dari jam 2 malam sehingga anda akan sampai sekitar pukul 4 pagi. Dimana anda dapat beristirahat dahulu sebelum melihat sunrise. Penjual makanan dan minuman di areal lautan pasir biasanya sudah buka menjelang pukul 3 pagi, sehingga anda sudah bisa bersiap - siap untuk melakukan pendakian melewati anak tangga puncak bromo yang terkenal itu. nikmatilah pemandangan sampai jam 8 pagi dan anda pun dapat kembali sampai di kota probolinggo sekitar jam 9 siang.
Kita akan lebih terpesona bila berhasil melihat matahari terbit tanpa terhalang mendung. Sungguh suatu pemandangan yang sangat indah, namun tidak jarang pengunjung gagal menyaksikan keindahan matahari terbit karena terhalang oleh mendung. Waktu terbaik untuk dating ke tempat ini adalah bulan juni, Juli dan Agustus. Pada bulan-bulan tersebut Bromo terasa lebih bersahabat karena cuacanya bagus.
Selamat .. Bertemu Ilmiah dan Selamat Berwisata …